Showing posts with label bali. Show all posts
Showing posts with label bali. Show all posts

Saturday, 21 March 2015

Selamat Hari Raya Nyepi

Hallo semua!
Di post sebelumnya saya janji mau post tentang tarian kan? Kita tunda dulu ya, karna sekarang aku mau post foto-foto saat pawai Ogoh-ogoh kemarin!

Sebelum saya cerita-cerita, Selamat Hari Raya Nyepi ya :)
Bagi yang tidak tahu tentang Nyepi, silakan baca artikel Nyepi yang pernah saya post ya~

(Cosplay Marisa dan Jen)


Kemarin saya pergi nonton Ogoh-ogoh di Kerobokan, tahun-tahun terakhir ini saya biasanya nonton di Kerobokan sih,  karna dekat dari rumah dan tidak begitu ramai.

Ini ada beberapa foto yang saya ambil:






(Ogoh-ogoh yang dibuat oleh anak-anak dan dibawa oleh 2 anak, imut bukan?)









(Ogoh-ogoh yang dibuat oleh anak-anak)





 (Beberapa menit sebelum pawai ogoh-ogoh selesai turun hujan, untuk pertama kalinya saat pawai hujan)

 (Saat jalan ke parkiran mobil ada beberapa ogoh-ogoh menunggu giliran kembali ke banjarnya)

(Foto langit, karna menggunakan HP, yang terlihat hanya 1 titik bintang)

Sekian post saya kali ini, sampai jumpa dilain post!

Saturday, 23 August 2014

Saya Kembali!

Hallo teman-teman!
Sudah lama tidak ngepost ni! 
Soalnya abis liburan sih hehehee~
Mau tahu liburanku gimana? Bisa liat disini kok: London in 4 Nights!

Aku mau cerita ni, saat masuk sekolah lagi setelah liburan, pas pelajaran budaya bali kita diajarkan hal baru loh!
Jadi, kita harus harus melakukan 4 macam gerakan yang akan menjadi tarian. Dan gerakan itu harus digambar supaya tidak lupa seperti apa. 

Ni gambarku, kurang bagus sih hehehe~ 
Dan aku kurang bisa melakukan gerakannya dengan benar: 



Jadi, gambar pertama adalah pohon kelapa, gerakannya seperti pohon kelapa, kedua kaki dirapatkan dan kedua tangan dilamba-lambaikan. Gambar kedua adalah kembang api, gerakan untuk gambar ini adalah melompat dan tangan ke atas. Gambar selanjutnya adalah gadis berlari, gerakannya tentu saja berlali kecil. Gambar terakhir adalah kelinci, gerakannya melompat-lompat seperti kelinci dengan tangan diatas kepala membentuk telinga kelinci. 


Untuk sekarang, sekian dulu ya teman-teman!
Terima kasih :)


Wednesday, 21 May 2014

Galungan

OM SWASTYASTU 

Selamat pagi teman-teman!
Sekarang sedang suasana liburan ya? Sayanganya besok saya sudah sekolah lagi.
Maaf terlambat mengucapkan, berhubungan kemarin hari Raya Galungan dan hari ini Manis Galungan bagi umat Hindu, saya akan mengucapkan: 

Jika hati sejernih air, jangan biarkan ia keruh
Jika hati seputih awan, jgn biarkan dia mendung
Dika pikiran dan prasangka membuat hati gelap, mari terangi dengan cahaya sucinya DHARMA.
"RAHAJENG NGANGGRA RAHINA GALUNGAN"
"Selamat Hari Raya Galungan" 






Bagi yang belum tahu apa itu Galungan, saya akan beri sedikit penjelasan:

Hari raya Galungan: Buda Kliwon Dungulan adalah hari memperingati terciptanya alam semesta beserta isinya dan kemenangan dharma melawan adharma Umat Hindu melakukan persembahan kehadapan Sang Hyang Widhi dan Dewa Bhatara/dengan segala manisfestasinya sebagai tanda puji syukur atas rahmatnya serta untuk keselamatan selanjutnya. Sedangkan penjor yang dipasang di muka tiap-tiap perumahan yaitu merupakan aturan kehadapan Bhatara Mahadewa yang berkedudukan di Gunung Agung.


(Foto Penjor)




Foto yang diatas ini adalah foto saya saat cosplay (costume play), berhubung saya tergabung dalam BCC (Bali Cosplay Community) yaitu grup orang-orang dengan hobby bercosplay/memakai costume dan memerankan tokoh anime, film, kartun atau komik, saya jadi mendapat ide untuk memakai wig cosplay saya dengan sarung dan udeng agar terlihat seperti orang Bali.
Maaf bila ada kesalahan ya :)
Sekali lagi, Selamat hari Raya Galungan!



OM, SANTIH, SANTIH, SANTIH, OM


Sumber: 

Thursday, 8 May 2014

Pura Tanah Lot


OM SWASTYASTU

Hallo teman-teman!
Kalian sudah ke Tanah Lot belum? 


(Pura Tanah Lot)

Pura Tanah Lot berada di Desa Beraban Kecamatan Kediri Kabupaten Tabanan, sekitar 13 km barat Tabanan. Disebelah utara Pura Tanah Lot terdapat sebuah Pura yang terletak di atas tebing yang menjorok ke laut. Tebing ini menghubungkan Pura dengan daratan dan berbentuk seperti jembatan (melengkung). 

Pura yang terletak di atas tebing yang menjorok di Tahan Lot. 

Tanah Lot terkenal sebagai tempat yang indah untuk melihat matahari terbenam (sunset), turis-turis biasanya ramai pada sore hari untuk melihat keindahan sunset di sini. 


Sunset (matahari terbenam) di Tanah Lot.


Pura Tanah Lot ini merupakan bagian dari pura Dang Kahyangan. Pura Tanah Lot merupakan pura laut tempat pemujaan dewa-dewa penjaga laut. 

Menurut legenda, pura ini dibangun oleh seorang brahmana yang mengembara dari Jawa. Ia adalah Danghyang Nirartha yang berhasil menguatkan kepercayaan penduduk Bali akan ajaran Hindu dan membangun Sad Kahyangan tersebut pada abad ke-16. Pada saat itu penguasa Tanah Lot, Bendesa Beraben, iri terhadap beliau karena para pengikutnya mulai meninggalkannya dan mengikuti Danghyang Nirartha. Bendesa Beraben menyuruh Danghyang Nirartha untuk meninggalkan Tanah Lot. Ia menyanggupi dan sebelum meninggalkan Tanah Lot beliau dengan kekuatannya memindahkan Bongkahan Batu ke tengah pantai (bukan ke tengah laut) dan membangun pura di sana. Ia juga mengubah selendangnya menjadi ular penjaga pura. Ular ini masih ada sampai sekarang dan secara ilmiah ular ini termasuk jenis ular laut yang mempunyai ciri-ciri berekor pipih seperti ikan, warna hitam berbelang kuning dan mempunyai racun 3 kali lebih kuat dari ular cobra. Akhir dari legenda menyebutkan bahwa Bendesa Beraben 'akhirnya' menjadi pengikut Danghyang Nirartha.


Itulah informasi tentang tentang Tanah Lot yang saya bisa berikan saat ini.
Mungkin akan saya tambahkan foto-foto Tanah Lot yang saya foto sendiri. 


Terima Kasih

OM, SANTIH, SANTIH, SANTIH, OM


Friday, 25 April 2014

Titi Suara Bali

Tangga Nada
(Titi Suara Bali)

Hallo~
Sudah lama tidak ngepos ni! Sedang sibuk sekolah sih ya :)

Hari saya belajar tentang tangga nada dalam bahasa Bali loh! 
Saya juga mengambil gambar saat kita sedang belajar dikelas. 


(Foto dari tempat duduk saya, Ibu Sukeni sedang mengajar Titi Suara Bali / Tangga Nada) 


(Foto tulisan bu Sukeni di papan tulis, tentang Titi Suara Bali)


Saya juga menulis apa yang tertulis dipapan dalam buku catatan, tapi agar terlihat lebih menarik tadi saat pulang sekolah saya menulisnya ulang di atas kertas dengan spidol warna-warni. Dibawah ini adalah lagu bahasa bali dengan tangga nadanya:

(Catatan Titi Suara Bali saya, tidak begitu rapi sih, hahahaa) 

Di kelas kita menyanyikannya sama-sama. Sangat menyenangkan. Saat menyanyikan bunyi "ndong. ndeng, ndung, ndang, nding" nya jadi seperti gamelan. Ini pertama kalinya saya mendengar cara menyayi seperti ini, lucu sekali dan terdengar bagus. Saya sendiri belum bisa berbunyi seperti itu dengan benar. Hahahahaaa!

Sekian post saya kali ini. Tunggu post selanjutnya ya! :)
Terima kasih~



Saturday, 8 February 2014

Mata Uang Indonesia

Hi semua!!
Sekarang kita akan membahas mengenai mata uang di Indonesia yang sekarang maupun yang dulu.
Tidak hanya itu, kita juga akan belajar nama-nama uang dalam bahasa Bali loh!


Selae rupiah (Rp.25)
Kini sudah sangat jarang ditemukan.
Koin 25 rupiah ini keluaran tahun 1994.
Ini foto koin 25 rupiah tahun 1994:


Seket rupiah (Rp.50)
Merupakan koin keluaran 1999 yang juga jarang ditemukan:


Satus rupiah (Rp.100)
Koin 100 rupiah ini kini masih banyak digunakan/temukan.
Merupakan koin keluaran tahun 1999 sama seperti 50 rupiah:


Limangatus rupiah (Rp.500)
Koin 500 rupiah yang bergambarkan bunga melati ini merupakan keluaran 2003 yang hingga kini masih digunakan.


Siu rupiah (Rp.1000)

Koin diatas merupakan koin 1000 rupiah keluaran tahun 2000 yang kini sudah sangat susah ditemui. 


Koin diatas merupakan koin 1000 rupiah yang sudah 3 tahun digunakan dan hingga kini masih berlaku.

Lembaran uang diatas merupakan pecahan 1000 rupiah yang masih berlaku.


Duangtali rupiah (Rp.2000)
Lembaran 2000 ini bergambarkan Pangeran Antasari.
Ini merupakan uang pecahan 2000 rupiah yang pertama dan berlaku hingga kini.


Limangtali rupiah (Rp.5000)
Lembaran uang dibawah merupakan pecahan 5000 rupiah yang masih berlaku.


Dasatali rupiah (Rp.10.000)
Lembaran uang diatas merupakan pecahan 10.000 rupiah yang kini sudah tidak digunakan lagi.

Gambar diatas merupakan 10.000 rupiah yang digunakan sekarang.


Duang dasatali rupiah (Rp.20.000)
Lembaran uang diatas adalah 20.000 rupiah yang kini sudah tidak berlaku lagi.


Uang diatas merupakan pecahan 20.000 rupiah berwarna hijau yang kini berlaku.


Seketali rupiah (Rp.50.000)
Lembaran uang diatas merupaka 50.000 rupiah yang sudah tidak digunakan lagi.


Uang diatas merupakan lembaran uang 50.000 rupiah yang kini digunakan.


Satustali rupiah (Rp.100.000)
Lembaran uang 100.000 rupiah dibawah bergambar DR.IR.Soekarno dan DR.H.Mohammad Hatta merupakan pecahan 100.000 rupiah yang masih berlaku dimasa ini.



Uang koin yang kini sudah tidak berlaku dan jarang ditemui:



Sekian penjelasan saya mengenai mata uang Indonesia dan semoga bermanfaat!

Friday, 6 December 2013

Hari Raya Nyepi di Bali

Nyepi adalah hari raya umat Hindu yang dirayakan setiap tahun Baru Saka. Hari ini jatuh pada hitungan Tilem Kesanga (IX) yang dipercayai merupakan hari penyucian dewa-dewa yang berada di pusat samudera yang membawa intisari amerta air hidup. Untuk itu umat Hindu melakukan pemujaan suci terhadap mereka.





Nyepi berasal dari kata sepi (sunyi, senyap). Hari Raya Nyepi sebenarnya merupakan perayaanTahun Baru Hindu berdasarkan penanggalan/kalender caka, yang dimulai sejak tahun 78 Masehi. Tidak seperti perayaan tahun baru Masehi, Tahun Baru Saka di Bali dimulai dengan menyepi. Tidak ada aktivitas seperti biasa. Semua kegiatan ditiadakan, termasuk pelayanan umum, seperti Bandar Udara Internasional pun tutup, namun tidak untuk rumah sakit.
Tujuan utama Hari Raya Nyepi adalah memohon ke hadapan Tuhan Yang Maha Esa, untuk menyucikan Bhuana Alit (alam manusia/microcosmos) dan Bhuana Agung/macrocosmos (alam semesta). Sebelum Hari Raya Nyepi, terdapat beberapa rangkaian upacara yang dilakukan umat Hindu, khususnya di daerah Bali.




Melasti, Tawur (Pecaruan), dan Pengrupukan

Tiga atau dua hari sebelum Nyepi, umat Hindu melakukan Penyucian dengan melakukan upacara Melasti atau disebut juga Melis/Mekiyis. Pada hari tersebut, segala sarana persembahyangan yang ada di Pura (tempat suci) diarak ke pantai atau danau, karena laut atau danau adalah sumber air suci (tirta amerta) dan bisa menyucikan segala leteh (kotor) di dalam diri manusia dan alam.
Sehari sebelum Nyepi, yaitu pada "tilem sasih kesanga" (bulan mati yang ke-9), umat Hindu melaksanakan upacara Buta Yadnya di segala tingkatan masyarakat, mulai dari masing-masing keluarga, banjar, desa, kecamatan, dan seterusnya, dengan mengambil salah satu dari jenis-jenis caru (semacam sesajian) menurut kemampuannya. Buta Yadnya itu masing-masing bernama Pañca Sata (kecil), Pañca Sanak (sedang), dan Tawur Agung (besar). Tawur atau pecaruan sendiri merupakan penyucian/pemarisuda Buta Kala, dan segala leteh (kekotoran) diharapkan sirna semuanya.Caru yang dilaksanakan di rumah masing-masing terdiri dari nasi manca (lima) warna berjumlah 9 tanding/paket beserta lauk pauknya, seperti ayam brumbun (berwarna-warni) disertai tetabuhan arak/tuak. Buta Yadnya ini ditujukan kepada Sang Buta Raja, Buta Kala dan Batara Kala, dengan memohon supaya mereka tidak mengganggu umat.
Mecaru diikuti oleh upacara pengerupukan, yaitu menyebar-nyebar nasi tawur, mengobori-obori rumah dan seluruh pekarangan, menyemburi rumah dan pekarangan dengan mesiu, serta memukul benda-benda apa saja (biasanya kentongan) hingga bersuara ramai/gaduh. Tahapan ini dilakukan untuk mengusir Buta Kala dari lingkungan rumah, pekarangan, dan lingkungan sekitar. Khusus di Balipengrupukan biasanya dimeriahkan dengan pawai ogoh-ogoh yang merupakan perwujudan Buta Kala yang diarak keliling lingkungan, dan kemudian dibakar. Tujuannya sama yaitu mengusir Buta Kala dari lingkungan sekitar. 

Ogoh-ogoh, Nyepi - 11/03/2013 - Marisa

Saya dan Ogoh-ogoh, Maret 2012. 





(Atas) Gambar Ogoh-ogoh di Bali. 

Puncak acara Nyepi

Keesokan harinya, yaitu pada pinanggal pisansasih Kedasa (tanggal 1, bulan ke-10), tibalah Hari Raya Nyepi sesungguhnya. Pada hari ini suasana seperti mati. Tidak ada kesibukan aktivitas seperti biasa. Pada hari ini umat Hindu melaksanakan "Catur Brata" Penyepian yang terdiri dari amati geni (tiada berapi-api/tidak menggunakan dan atau menghidupkan api), amati karya (tidak bekerja),amati lelungan (tidak bepergian), dan amati lelanguan (tidak mendengarkan hiburan). Serta bagi yang mampu juga melaksanakan tapa, brata, yoga, dan semadhi.
Demikianlah untuk masa baru, benar-benar dimulai dengan suatu halaman baru yang putih bersih. Untuk memulai hidup dalam tahun baru Caka pun, dasar ini dipergunakan, sehingga semua yang kita lakukan berawal dari tidak ada,suci dan bersih. Tiap orang berilmu (sang wruhing tattwa jñana) melaksanakan brata (pengekangan hawa nafsu), yoga (menghubungkan jiwa dengan paramatma (Tuhan)), tapa (latihan ketahanan menderita), dan samadi (manunggal kepada Tuhan, yang tujuan akhirnya adalah kesucian lahir batin).
Semua itu menjadi keharusan bagi umat Hindu agar memiliki kesiapan batin untuk menghadapi setiap tantangan kehidupan di tahun yang baru.

Ngembak Geni (Ngembak Api)

Rangkaian terakhir dari perayaan Tahun Baru Saka adalah hari Ngembak Geni yang jatuh pada "pinanggal ping kalih" (tanggal 2) sasih kedasa (bulan X). Pada hari ini Tahun Baru Saka tersebut memasuki hari ke dua. Umat Hindu melakukan Dharma Shanti dengan keluarga besar dan tetangga, mengucap syukur dan saling maaf memaafkan (ksama) satu sama lain, untuk memulai lembaran tahun baru yang bersih. Inti Dharma Santi adalah filsafat Tattwamasi yang memandang bahwa semua manusia di seluruh penjuru bumi sebagai ciptaan Ida Sanghyang Widhi Wasa hendaknya saling menyayangi satu dengan yang lain, memaafkan segala kesalahan dan kekeliruan. Hidup di dalam kerukunan dan damai.



Sumber: Wikipedia